Asaku asamu asakita


Kemampuan Berpikir Etis Sebagai Hal Yang Paling Penting Dalam Menghadapi Masa Depan
April 6, 2008, 1:59 am
Filed under: etika | Tag: , , ,

Kita terkadang harus menghadapi pilihan yang sulit untuk dihindari antara perhitungan logis dengan pertimbangan etika dalam profesi masing-masing.  Seperti contohnya kasus pengelola Rumah Sakit yang harus memutuskan antara :

  1. perhitungan logika:  RS harus menolak pasien yang tidak mampu membayar biaya agar RS tidak rugi dan akhirnya bangkrut. Berdasarkan berita : Sudah ada RS yang terancam bangkrut karena tunggakan biaya perawatan pasien miskin melalui program ASKESKIN (Asuransi Kesehatan bagi rakyat miskin) belum juga dibayar oleh Departemen Kesehatan.
  2. atau pertimbangan etika : RS harus merawat semua pasien sebagai pemenuhan tanggung jawab RS. Berdasarkan berita : Penahanan bayi karena orang tua tidak mampu membayar biaya persalinan.

 

Oleh karena itu kita sering berdiskusi seru yang sepertinya tanpa akhir tentang dilema diatas. Howard Gardner pun berusaha mendamaikannya dengan menulis buku yang berjudul Five Minds For The Future. Buku ini mencoba mengidentifikasi dan mengurutkan lima kemampuan berpikir yang penting dalam menghadapi masa depan. Berikut ini sekilas penjelasan lima kemampuan berpikir tersebut:

  1. Disciplined mind atau pikiran terdisiplin-penguasaan disiplin ilmu dan keterampilan profesional yang sudah ditekuni dalam jangka waktu lama. Jika kita memiliki kemampuan ini kita memiliki pola pemikiran  sendiri bukan hanya berdasarkan akal sehat (common sense)  yang bisa didapatkan secara spontan. Namun jika kita tidak memiliki kemampuan ini kita akan memperoleh pekerjaan tidak khusus.
  2. Synthesizing mind  atau pikiran menyintesis-kesanggupan untuk memadukan, memahami dan mengevaluasi informasi serta ide dari berbagai sumber dan menjadi kesatuan yang utuh, menggabungkan beberapa disiplin dan mengomunikasikannya kepada orang lain.
  3. creating mind  atau pikiran mencipta-kesanggupan untuk menyingkapkan dan memperjelas problem, pertanyaan dan fenomena baru. Kemampuan berpikir mencipta hal  yang baru ini sangat diperlukan ketika peralatan yang dibutuhkan tidak tersedia.
  4. respectful mind  atau pikiran merespek-kesadaran dan penghargaan terhadap perbedaan di antara umat manusia sehingga mampu bekerja efektif dengan mereka.
  5. ethical mind Pikiran etis-pemenuhan tanggung jawab sebagai pekerja dan warga. seseorang akan memiliki etika bila ia memiliki otak cerdas krn mampu berpikir diluar dirinya tentang dampak tindakan terhadap lingkungannya.

 

 

Alasan yang klasik terjadinya pelanggaran etika adalah sebagai senjata untuk memenangkan kompetisi. Walaupun sekarang telah banyak bukti bahwa untuk memenangkan kompetisi tidak harus mengorbankan etika. Bahkan bisnis yang beretika akan langgeng dan berlangsung lama. Ukuran keberhasilan kita dalam menjalankan etika dengan baik adalah jika orang lain merasa nyaman dengan keberadaan kita dan ingin mengikuti kita.

 

Menurut pendapat saya, kemampuan berpikir etis membutuhkan keberanian yang tinggi. Keberanian ini harus berdasarkan penguasaan kemampuan berpikir disiplin, sintesis, kreatif, respektif. Karena lingkungan sekitar biasanya tidak bisa menerima orang yang teguh menjalankan etika. Dan orang tersebut harus bertahan dengan menggunakan kemampuan-kemampuan berpikir diatas.

 

Akan tetapi terdapat satu kemampuan berpikir yang bisa dijadikan pegangan apabila seseorang yang teguh menjalankan etika tidak diterima dilingkungannya dan orang tersebut belum menguasai kemampuan berpikir disiplin, sintesis, kreatif, respektif. Kemampuan berpikir tersebut adalah spiritual minds. Spiritual minds adalah kemampuan berpikir dalam gambaran besar sistem alam semesta. Bahwa semua hal dialam semesta ini memiliki hubungan. Sehingga apabila kita berbuat yang tidak etis terhadap seseorang maka kita akan mendapatkan balasan atas perbuatan kita karena kita semua sebagai umat manusia memiliki hubungan.

 

Referensi

  1. Five Minds For The Future, Howard Gardner, Harvard Business School Press, 2006

1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Niatnya sama ya mau masukin Five Minds itu … ya memang itu pedoman bagus buat kita pakai di dunia kerja terutama.

Mas Sahil, tetap semangat ya mas.
Silahkan ke blog saya dan bikin tautannya mas di:
http://emridz.wordpress.com

tabek …
Ridzal

Komentar oleh ridzal




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: